OKU TIMUR, — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0403/OKU terus menggenjot pengerjaan penimbunan badan jalan sebagai sasaran fisik utama di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur. Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu (18/10), penimbunan biasa dari sumber galian sepanjang 600 meter dengan lebar 6 meter telah mencapai 42 persen, sementara penyiapan badan jalan sepanjang 900 meter naik menjadi 43 persen. Kemajuan ini terus didorong agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang kokoh dan tahan lama.
Terlihat di lokasi kegiatan, alat berat ekskavator beroperasi secara sistematis mengangkat tanah dari sumber galian, menimbun secara bertahap, serta meratakan permukaan agar membentuk profil jalan yang lebar, lurus, dan padat. Sementara alat berat bekerja, personel Satgas bersama warga turut menyempurnakan bagian-bagian yang tidak terjangkau mesin meratakan permukaan, memadatkan tanah, serta memastikan kemiringan jalan agar air hujan dapat mengalir ke samping dan tidak menggenang di badan jalan. Kerja sama antara tenaga mesin dan tenaga manusia berjalan selaras, sehingga kemajuan pekerjaan terus meningkat dari hari ke hari.
Pekerjaan penimbunan ini bukan sekadar menumpuk tanah, melainkan dilakukan berlapis demi lapis dengan ketebalan dan kepadatan yang terukur. Setiap lapis dipadatkan terlebih dahulu sebelum ditimbun lapisan berikutnya, sehingga fondasi jalan menjadi kokoh, stabil, dan tidak mudah amblas meskipun dilalui kendaraan berat atau terkena hujan deras. Metode ini sengaja diterapkan agar jalan yang dibangun benar-benar awet dan dapat dinikmati warga selama puluhan tahun ke depan.
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa percepatan ini dilakukan tanpa mengorbankan standar kualitas:
“Kami terus menggenjot penimbunan jalan ini setiap hari, bukan sekadar ingin cepat selesai, melainkan agar warga segera memiliki akses yang baik. Namun perlu dipahami, kecepatan tidak boleh mengorbankan kekokohan. Setiap lapis tanah yang kami timbun harus dipadatkan dengan baik, sehingga jalan ini mampu menahan beban dan cuaca. Dengan dukungan alat berat serta gotong royong warga, kemajuan 42 persen ini akan terus kami naikkan. Jalan ini adalah urat nadi perekonomian Desa Mengulak mempermudah transportasi hasil bumi, memperlancar perjalanan warga, dan menghubungkan desa ini dengan kawasan lain. Kami pastikan hasilnya kuat, rata, dan membanggakan,” tegas Letkol Arh Yusuf Winarno.
Sebanyak 120 personel TNI, 6 personel Polri, unsur pemerintah daerah, serta 25 warga turut terlibat di berbagai titik kegiatan setiap harinya. Alat kerja seperti dump truck, cangkul, sekop, kereta sorong, serta alat pemadat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pengangkutan dan pemadatan material. Kondisi di lokasi terpantau aman dan terkendali, semangat gotong royong terus menyala meski cuaca siang terasa cukup panas.
Dengan laju kemajuan yang terus dipacu, diharapkan tahap penimbunan dan pemadatan dapat segera tuntas, dilanjutkan ke tahap pelapisan permukaan serta pembangunan talud penahan tanah yang kini juga mencapai 42,5 persen. Warga Desa Mengulak pun semakin optimis, menyaksikan jalan yang dulunya sempit dan bergelombang kini perlahan berubah menjadi jalur yang lebar, kokoh, dan siap menjadi kebanggaan bersama.(*)


