OKU — Bapak Yulianto kerap hadir langsung di lokasi pengerjaan rumahnya untuk menyaksikan barisan balokan kayu perlahan terpasang di bagian atas dinding bangunan. Selama ini, kondisi atap rumah lamanya sudah mulai rapuh dan sering menimbulkan kekhawatiran setiap kali musim hujan tiba. Kini melihat balokan kayu penyangga rangka atap terpasang rapi, rasa cemas itu perlahan berganti menjadi rasa syukur dan optimisme.
Bagi Bapak Yulianto, balokan kayu bukan sekadar material bangunan, melainkan tanda nyata bahwa ia dan keluarganya segera memiliki hunian yang aman, kering dan nyaman untuk ditempati sehari‑hari. Ia sesekali berbincang dengan personel Satgas dan warga yang bekerja, memperhatikan proses pemasangan dengan penuh harap.
Bapak Yulianto menyampaikan perasaannya:
“Saya sangat senang melihat rangka atap rumah saya mulai terbentuk. Dulu saya selalu khawatir atap rumah lama rusak saat hujan, sekarang setelah melihat balokan kayu terpasang dengan kokoh, hati saya merasa tenang. Terima kasih kepada Satgas dan tetangga yang bekerja keras mewujudkan rumah layak huni ini untuk keluarga saya. Nanti setelah rumah selesai, saya akan merawat seluruh struktur bangunan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Pembangunan RTLH Bapak Yulianto bersama empat unit rumah lainnya menjadi bukti nyata dampak positif program TMMD bagi masyarakat Desa Mengulak, di mana gotong‑royong antara TNI, pemerintah daerah dan warga berhasil mewujudkan hunian layak bagi keluarga yang membutuhkan.(*)


