PALEMBANG, BRS – Ikatan Fungsional Pengadaan Barang dan Jasa DPW Sumatera Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perhitungan Teknis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Pemberian Preferensi Harga pada Pekerjaan Konstruksi pada tanggal 27-28 Agustus 2025 di Hotel Santika Radial.
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap regulasi dan kebijakan TKDN dalam sektor konstruksi, memberikan keterampilan teknis dalam melakukan perhitungan nilai TKDN pada pekerjaan konstruksi, dan mendorong implementasi preferensi harga dalam proses pemilihan penyedia jasa konstruksi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap tahapan pengadaan konstruksi.
Narasumber pada kegiatan ini adalah I Made Heriyana, SH, MH dari UKPBJ Denpasar, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas tentang TKDN dan preferensi harga dalam sektor konstruksi.
Ketua DPW IFPI Sumsel, Edy Kurniawan, SE, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pelaku pengadaan dalam melaksanakan perhitungan TKDN dan pemberian preferensi harga. “Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam melaksanakan perhitungan TKDN dan pemberian preferensi harga, sehingga kami dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap tahapan pengadaan konstruksi,” ujar Edy Kurniawan.
Ketua Panitia, Liendri Yani, S.Pd, M.M, menjelaskan bahwa Bimtek ini telah disiapkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan peserta dan memberikan hasil yang maksimal. “Kami telah mempersiapkan materi yang relevan dan narasumber yang berpengalaman dalam bidang TKDN dan preferensi harga. Kami juga telah menyediakan fasilitas yang memadai untuk memastikan kenyamanan dan keamanan peserta selama kegiatan berlangsung,” kata Liendri Yani. “Tujuan kami adalah agar peserta dapat memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa di Sumatera Selatan,” tambahnya.
Bimtek ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Fungsional Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa/kabupaten kota se-Sumsel, Dinas dan Instansi Teknis yang terkait dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Mereka akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan perhitungan TKDN dan pemberian preferensi harga dalam pekerjaan konstruksi.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami pentingnya perhitungan TKDN dan mekanisme preferensi harga secara menyeluruh dan teknis, serta dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap tahapan pengadaan konstruksi. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan hanya sebuah kebijakan, tetapi juga sebuah keharusan dalam menyongsong pembangunan nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaulat.(*)