OKU TIMUR, 20 Oktober 2026 — Memasuki hari kedelapan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 TA 2026, pengerjaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Eko Irawan di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, terus berjalan secara bertahap dan berkualitas. Hingga pukul 16.00 WIB, Selasa (20/10), kemajuan pengerjaan telah mencapai 22 persen, naik 2 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Terlihat di lokasi pengerjaan, fondasi bangunan kini telah mengeras dan berdiri kokoh, sementara dinding mulai perlahan naik. Personel Satgas bersama warga bekerja bahu-membahu dengan ketelitian tinggi — menyusun batako secara rata dan rapi, mengaduk adukan semen dengan takaran yang tepat, serta menyiapkan kerangka kayu untuk kusen jendela dan pintu. Setiap bagian dikerjakan dengan cermat agar struktur bangunan nanti kuat, aman, dan tahan lama, mengingat rumah ini akan menjadi tempat berlindung Bapak Eko Irawan beserta keluarganya dalam jangka waktu panjang. Dibandingkan dengan empat unit rumah penerima manfaat lainnya, kemajuan rumah Bapak Eko Irawan berada pada posisi yang stabil dan terus meningkat
Bapak Eko Irawan tampak ikut menyaksikan dan membantu semampunya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam:
“Saya sangat bersyukur melihat rumah saya mulai terbentuk seperti ini. Dulu tempat tinggal kami masih sederhana dan belum layak, kini saya melihat fondasi dan dindingnya naik tegak. Saya tahu prosesnya memerlukan waktu, tapi saya sangat senang melihat Bapak-bapak TNI dan tetangga bekerja sungguh-sungguh untuk saya. Terima kasih banyak, semoga kebaikan ini dibalas Tuhan. Saya berjanji akan merawat rumah ini sebaik mungkin setelah selesai,” ungkap Bapak Eko Irawan.
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa ketelitian di setiap tahap adalah prioritas utama:
“Angka 22 persen ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi kehidupan baru bagi Bapak Eko Irawan dan keluarganya. Kami tidak terburu-buru kualitas adalah yang utama. Setiap batako yang dipasang, setiap lapisan semen yang diaduk, harus kuat dan awet. Kerjakan dengan teliti, pastikan struktur kokoh, dan pertahankan semangat gotong royong ini. Rumah yang layak dan aman adalah hak setiap warga, dan kami hadir untuk mewujudkannya,” tegas Letkol Arh Yusuf Winarno.
Sebanyak 120 personel TNI, 6 personel Polri, unsur pemerintah daerah, serta 35 warga turut bekerja bergotong royong di berbagai titik sasaran setiap harinya. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, diharapkan struktur rumah Bapak Eko Irawan dapat segera naik ke tahap pemasangan rangka atap, sehingga ia beserta keluarganya dapat segera menempati hunian yang layak, sehat, dan membanggakan.(*)


