Peningkatan Kualitas Jurnal STAI BS Workshop dikampus

0
57
Lubuklinggau,BRS – Peningkatan0 pengelolaan jurnal-jurnal Kampus  di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari Lubuk Linggau gelar  Workshop Pendampingan Peningkatan Kualitas Jurnal yang dilaksanakan , Kamis(8/12/2022 dan Jumat (9/12/2022)  di Kampus STAI Bumi Silampari Lubuk Linggau.
Ada  dua  materi yang dijelaskan dalam workshop ini yaitu tentang Klinik Manajemen jurnal dan Klinik Substansi jurnal.
Pemateri utama adalah Hardivizon, M.Ag., dari Umea’ Jurnal IAIN Curup yang juga merupakan Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.
” bahwa kita harus berbuat kebaikan dahulu pasti Alloh akan mengganti yang lebih baik,jika kamu membantu Alloh pasti Alloh akan membantumu” ungkap Hardivizon, Jum’at(9/12/2022) dalam materinya
Prinsipnya Jurnal ilmiah adalah sistim publikasi berdasarkan peer review. Kalau tidak ada review maka belum bisa dikatakan artikel ilmiah.
Untuk melihat reviewer yang baik adalah rekam jejak penulisan yang bisa dilihat dari publikasi nya.
Bagaimana agar bisa terakreditasi maka setidaknya ada 2 hal yang kita lihat yaitu di manajemen dan substansi.
Total nilai di manajemenuntuk akreditasi adalah  48 poin, dan 52 poin untuk nilai di substansi.
Untuk mendapatkan akreditasi Sinta dua setidaknya mendapatkan 70 poin, untuk Sinta tiga sebanyak 60 poin, sedangkan untuk sinta empat mendapatkan poin minimal 50 keatas.
Bagaimana cara meningkatkan akreditasi jurnal untuk pengelola jurnal dijelaskan Hardivizon sebagai berikut;
Pertama,  Cek nama jurnal yang sesuai  sama dengan di ISSN, lalu di deskripsi jurnal, juga judul dalam teksnya. Serta informasi lainnya di guideline.
Kedua, Cek publication ethics
Ketiga, ditor yang ada minimal 5 sampai 10 orang. Kalau sinta 1 harus minimal 3 negara
Keempat, Editor dan reviewer terpisah orang nya.
Kelima, Url CV harus juga dicantumkan, triknya bekerja sama dengan pengelola jurnal yang lain
Keenam, Untuk reviewer harus dari berbagai tempat dan berdasarkan kualifikasi. Minimal 2 kali lipat dari artikel yang diterbitkan.
Ketujuh, Dokumen review harus di login dengan username reviewer oleh reviewer.
Kedelapan, Yang perlu dicek adalah 2 tahun terakhir
Kesembilan, Minimal 50 kunjungan rata-rata per hari.
Kesepuluh, Profil jurnal  jurnal harus tersedia, begitu juga petunjuk penulisan / guidlines, Regulariti terbitan, maka tidak boleh terputus terbitan nya serta minimal arikel terbit sebanyak 5 artikel per terbit.
Secara substansi pada artikel jurnal setidaknya p0di Kampus STAI Bumi Silampari Lubuk Linggau.
Ada  dua  materi yang dijelaskan dalam workshop ini yaitu tentang Klinik Manajemen jurnal dan Klinik Substansi jurnal.
Pemateri utama adalah Hardivizon, M.Ag., dari Umea’ Jurnal IAIN Curup yang juga merupakan Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.
” bahwa kita harus berbuat kebaikan dahulu pasti Alloh akan mengganti yang lebih baik,jika kamu membantu Alloh pasti Alloh akan membantumu” ungkap Hardivizon, Jum’at(9/12/2022) dalam materinya
Prinsipnya Jurnal ilmiah adalah sistim publikasi berdasarkan peer review. Kalau tidak ada review maka belum bisa dikatakan artikel ilmiah.
Untuk melihat reviewer yang baik adalah rekam jejak penulisan yang bisa dilihat dari publikasi nya.
Bagaimana agar bisa terakreditasi maka setidaknya ada 2 hal yang kita lihat yaitu di manajemen dan substansi.
Total nilai di manajemenuntuk akreditasi adalah  48 poin, dan 52 poin untuk nilai di substansi.
Untuk mendapatkan akreditasi Sinta dua setidaknya mendapatkan 70 poin, untuk Sinta tiga sebanyak 60 poin, sedangkan untuk sinta empat mendapatkan poin minimal 50 keatas.
Bagaimana cara meningkatkan akreditasi jurnal untuk pengelola jurnal dijelaskan Hardivizon sebagai berikut;
Pertama,  Cek nama jurnal yang sesuai  sama dengan di ISSN, lalu di deskripsi jurnal, juga judul dalam teksnya. Serta informasi lainnya di guideline.
Kedua, Cek publication ethics
Ketiga, ditor yang ada minimal 5 sampai 10 orang. Kalau sinta 1 harus minimal 3 negara
Keempat, Editor dan reviewer terpisah orang nya.
Kelima, Url CV harus juga dicantumkan, triknya bekerja sama dengan pengelola jurnal yang lain
Keenam, Untuk reviewer harus dari berbagai tempat dan berdasarkan kualifikasi. Minimal 2 kali lipat dari artikel yang diterbitkan.
Ketujuh, Dokumen review harus di login dengan username reviewer oleh reviewer.
Kedelapan, Yang perlu dicek adalah 2 tahun terakhir
Kesembilan, Minimal 50 kunjungan rata-rata per hari.
Kesepuluh, Profil jurnal  jurnal harus tersedia, begitu juga petunjuk penulisan / guidlines, Regulariti terbitan, maka tidak boleh terputus terbitan nya serta minimal arikel terbit sebanyak 5 artikel per terbit.
Secara substansi pada artikel jurnal setidaknya  Judul artikel sebaiknya berkisar 15 kata.
Cek kelengkapan di abstrak terdapat tujuan metode dan hasil abstrak dibuat dibuat dalam bahasa inggris dan indonesia.
Lihat orisinal / novelti yang ada di pendahuluan, dan alam pembahasan, lihat kedalamnya (apa hasil nya? ada Bagaimana kajian ilmiahnya? Bagaimana membandingkan dengan riset orang lain).
Cek sesuai kesimpulan dengan tujuan  serta ditunjang oleh data hasil yang memadai.
Keprimeran daftar pustaka, minimal 20 daftar pustaka, 80 persen dari jurnal dengan tahun terbit bisa 5 tahun terakhir
Sumber primer, hasil penelitian, skripsi,  tesis, buku. Tugas akhir mahasiswa.
Kecuali dari penelitian yang objek formal maka boleh hasil kitab atau buku orisinal terbitan yang lama.
Standar penyuntingan , menampilkan gambar dan tabel haruslah ada maksud dan tujuannya. Tehnik penyebutannya harus ada dalam artikel / jurnal. Misalnya aktivitas pada gambar 1 adalah menjelaskan hal apa.
Kalau diagram atau tabel jangan di sreenshoot karena kalau diperbesar kualitasnya akan pecah. Dan substansi artikel / jurnal yang dianggap penting lainnya. Rl/Dian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here