BANDAR LAMPUNG — Program TMMD ke-129 yang diinisiasi oleh Kodim 0410/KBL di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, tidak sekadar berbicara tentang angka-angka progres dan pembangunan beton prasarana. Lebih dari itu, program manunggal ini menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat yang paling mendasar: harkat hidup kemানুsiaan. Hal ini tercermin jelas pada hari kelima pelaksanaan TMMD yang jatuh pada Senin (20/7/2026), di mana Satgas di bawah kepemimpinan Kolonel Arm Roni Hermawan secara resmi memulai proses bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik seorang warga kurang mampu, Ibu Nur Hayati.
Rumah kayu tua milik Ibu Nur Hayati yang terletak di Jalan Bukit Pinang Jaya, selama bertahun-tahun berdiri dalam kondisi memprihatinkan dengan atap bocor dan dinding yang mulai lapuk dimakan usia. Tepat pada Senin, 20 Juli 2026, suasana haru menyelimuti lokasi saat puluhan prajurit TNI berpakaian dinas lapangan bersama para tetangga sekitar mulai merobohkan bangunan lama tersebut. Air mata kebahagiaan tak terbendung dari pelupuk mata Ibu Nur Hayati saat melihat rumahnya mulai dibongkar untuk dibangun kembali menjadi hunian yang kokoh, sehat, dan aman.
Proses pengerjaan sasaran RTLH ini dilakukan dengan penuh perhitungan taktis. Tahap awal yang meliputi pembongkaran total bangunan lama serta mobilisasi material fondasi telah diselesaikan dengan cepat. Kini, di bawah terik matahari Kemiling pada Senin siang, personel Satgas TMMD bersama warga sedang bahu-membahu menyusun struktur bawah bangunan. Progres fisik di lapangan menunjukkan bahwa pembuatan pondasi dasar dan pemasangan tiang-tiang structural utama rumah baru Ibu Nur Hayati telah berhasil dicapai sebesar 40 persen.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, menyatakan bahwa pengerjaan rumah Ibu Nur Hayati ini menjadi salah satu prioritas moral bagi seluruh jajaran Satgas. Rantai pasokan material seperti semen, pasir, dan batu belah diarahkan secara konstan ke Jalan Bukit Pinang Jaya agar struktur utama rumah bisa berdiri kokoh sebelum cuaca berubah.
“TNI lahir dari rakyat dan bertugas untuk rakyat. Melihat senyum dan air mata haru dari Ibu Nur Hayati pada Senin (20/7/2026) ini adalah suntikan semangat terbesar bagi kami para prajurit di lapangan. Kami berkomitmen untuk memberikan bangunan rumah yang tidak hanya sekadar berdiri, tapi sebuah rumah yang layak, aman, sehat, dan dapat memberikan kenyamanan jangka panjang bagi keluarga beliau. Setiap adukan semen dan penataan batu belah di rumah ini dikerjakan dengan hati oleh prajurit kami,” tutur Kolonel Arm Roni Hermawan dengan nada penuh empati.(*)


