BANDAR LAMPUNG — Ada pemandangan yang menggetarkan jiwa jika kita berkunjung ke Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Memasuki hari kelima pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL pada Senin (20/7/2026), sekat antara aparat militer dan warga sipil seolah runtuh total. Yang tampak hanyalah ratusan orang yang bersatu padu, bercucuran keringat, bahu-membahu mengubah wajah desa mereka menjadi lebih baik dan maju melalui aksi gotong royong yang masif.
Sinergi yang luar biasa ini terlihat jelas sejak Senin pagi di salah satu titik fokus utama, yaitu di Musholah Baitul Saudah yang terletak di Jalan Nangka 2 Gang Alpukat RT 04. Tempat ibadah yang menjadi pusat spiritual warga setempat ini tengah mengalami transformasi besar. Satgas TMMD bersama masyarakat tidak hanya melakukan renovasi pada bangunan utama musholah agar lebih nyaman digunakan beribadah, tetapi juga membangun fasilitas pendukung esensial berupa tempat wudhu yang representatif, tempat cuci, serta bilik MCK berukuran 2 x 1 meter. Berkat kerja keras komunal ini, pembangunan sektor sanitasi ibadah tersebut per Senin, 20 Juli 2026 telah menyentuh angka 65 persen.
Tidak jauh dari lokasi musholah, gelombang semangat yang sama juga terlihat pada proyek pengecoran jalan rabat beton sepanjang 210 meter di Gang Alpukat. Meski medan gang terbilang sempit dan membatasi ruang gerak alat berat, kendala tersebut berhasil diatasi berkat metode pelansiran material secara manual yang dilakukan secara berantai oleh warga dan prajurit. Distribusi material awal dan material baru yang masuk berupa beberpa sak semen serta puluhan kubik pasir mengalir lancar pada Senin ini, hingga berhasil menuntaskan 50 persen dari total panjang jalan yang ditargetkan.
Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengaku sangat bangga dan terhormat melihat tingginya animo serta swadaya masyarakat Kelurahan Pinang Jaya. Menurutnya, esensi sejati dari TMMD bukanlah seberapa banyak fasilitas fisik yang berhasil dibangun, melainkan seberapa kuat kemanunggalan dan ikatan batin yang tercipta antara TNI dan rakyat melalui budaya asli bangsa, yaitu gotong royong.
“Apa yang kita lihat pada hari Senin, 20 Juli 2026 ini adalah bukti nyata bahwa roh gotong royong bangsa ini belum pudar. Prajurit Satgas TMMD Kodim 0410/KBL tidak bekerja sendirian; masyarakat berdiri di samping kami, mengangkat batu belah yang sama, memegang sekop yang sama, dan berbagi tawa yang sama. Sinergi inilah pondasi pertahanan negara yang sesungguhnya,” pungkas Kolonel Arm Roni Hermawan.(*)


